SUKABUMIKITA.ID – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pemerintahan saat memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Pemerintah Kota Sukabumi yang digelar di Oproom Balai Kota, Kamis (05/03/2026) pagi.
Dalam rapat tersebut, Pemkot Sukabumi membahas evaluasi kinerja perangkat daerah melalui sistem Key Performance Indicators (KPI) berbasis talenta yang menjadi instrumen pengukuran kinerja birokrasi secara terukur dan berkelanjutan.
“Jika kinerja ini kita jalankan secara maksimal dan benar, maka ada dua hal yang kita raih. Pertama, kita mematuhi aturan perundang-undangan. Kedua, kita telah mengimplementasikan ajaran agama, fid-dunya wa fil-akhirah,” ujar Ayep Zaki dalam arahannya.
Rapim tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Andang Tjahjandi, Ketua TKPP Ubaydillah, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Evaluasi Kinerja Lewat 7 Pilar KPI
Dalam agenda rapat, masing-masing perangkat daerah memaparkan capaian kerja berdasarkan tujuh pilar KPI yang menjadi fokus penilaian kinerja birokrasi di lingkungan Pemkot Sukabumi.
Tujuh indikator tersebut meliputi kemampuan kinerja birokrasi, maksimalisasi aset daerah, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), inovasi, produktivitas kerja berbasis talenta, efisiensi anggaran, serta realisasi anggaran.
Melalui sistem tersebut, pemerintah kota melakukan evaluasi kinerja perangkat daerah secara berkala setiap bulan. Penilaian dilakukan oleh tim yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas birokrasi dan pelayanan publik.
Kecamatan Warudoyong dan Cikole Terbaik
Berdasarkan hasil evaluasi yang dipaparkan dalam rapim, Kecamatan Warudoyong tercatat sebagai perangkat daerah dengan capaian KPI terbaik pada Januari 2026.
Sementara pada Februari 2026, posisi terbaik diraih oleh Kecamatan Cikole, disusul oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Hasil evaluasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Dorong Budaya Kerja Profesional
Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi juga mengingatkan agar seluruh perangkat daerah menjalankan tugas secara jujur, cerdas, serta transparan dalam menyampaikan program pembangunan kepada masyarakat.
Menurutnya, sikap kerja yang dilandasi integritas tidak hanya berdampak pada peningkatan kinerja pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan birokrasi.
Ia menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab serta dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat.
Selain itu, penerapan sistem KPI berbasis talenta di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat budaya kerja birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil. (Cr5)
