Kisah Haru AK, Korban Kecelakaan di Bali Dipulangkan ke Sukabumi

SUKABUMIKITA.ID — Perjalanan panjang penuh harap akhirnya berujung kepulangan. AK (27), warga Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, akhirnya kembali ke kampung halamannya setelah sempat terlantar di Bali akibat kecelakaan saat merantau mencari pekerjaan.

Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi, Lulis Delawati, menyatakan kepulangan AK pada Jumat (10/4/2026) merupakan hasil kolaborasi lintas daerah dan berbagai elemen masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini AK bisa kami pulangkan. Ini berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Dinsos Provinsi Jawa Barat, Dinsos Provinsi Bali, hingga dukungan komunitas seperti Viking Bali dan BAZNAS,” ujarnya.

AK diketahui mengalami kecelakaan lalu lintas di Bali pada akhir Februari 2026. Ia sempat menjalani operasi dan perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih 40 hari.

Setelah kondisinya stabil, AK dipindahkan ke panti sosial di Bali. Namun keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu kembali ke Sukabumi secara mandiri.

Melihat kondisi tersebut, pemerintah daerah melalui Dinsos bersama berbagai pihak bergerak cepat melakukan proses pemulangan secara bertahap, termasuk penjemputan dari Bandung ke Sukabumi menggunakan ambulans PMI Kota Sukabumi.

Setibanya di rumah, kondisi AK masih dalam tahap pemulihan pascaoperasi. Tim Dinas Kesehatan Kota Sukabumi langsung melakukan pemeriksaan awal melalui layanan kesehatan Sigap.

“Karena kondisinya belum sepenuhnya fit, kami arahkan untuk kontrol lanjutan ke puskesmas atau jika diperlukan dirujuk ke RSUD Syamsudin SH,” jelas Lulis.

Pemantauan kesehatan akan terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan tenaga kesehatan serta aparat wilayah setempat.

Selain kondisi kesehatan, aspek sosial ekonomi keluarga AK juga menjadi perhatian. Berdasarkan data, keluarga tersebut masuk kategori pra-sejahtera dengan tingkat kesejahteraan sosial desil tiga.

Bahkan, dalam satu rumah, ayah tiri AK diketahui telah terbaring sakit selama tujuh bulan akibat komplikasi penyakit.

“Ibunya merawat sendiri. Tadi tim kesehatan juga sekaligus memeriksa ayah tirinya,” tambah Lulis.

Ketua RW 01 Kelurahan Nyomplong, Agus Ismail, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinsos, pihak kelurahan, PMI, Viking Bali, dan semua yang membantu. Ini bentuk kepedulian luar biasa,” ungkapnya.

Ia menuturkan, koordinasi dilakukan secara intensif bahkan hingga larut malam sejak awal kabar kecelakaan diterima.

“Semua sigap, bahkan tengah malam tetap berkoordinasi. Ini bukti nyata kepedulian terhadap warga,” katanya.

Kisah kepulangan AK menjadi potret kuat bahwa solidaritas dan gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Di balik keterbatasan, kolaborasi berbagai pihak mampu menghadirkan harapan dan mengantarkan warga kembali ke keluarganya. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *