SUKABUMIKITA.ID – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Sukabumi menunjukkan perkembangan positif. Hal ini disampaikan Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, saat meninjau langsung salah satu unit SPPG di wilayah tersebut.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah SPPG Sindangpalay 2 di Kecamatan Cibeureum yang kini telah melayani hampir 2.000 penerima manfaat.
“Pada awalnya hanya 400 penerima manfaat, sekarang sudah mencapai 1.918. Saya titip kepada pengelola SPPG dan mitra agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Secara fasilitas sudah bagus, lahan luas, ada tiga titik loading, dan IPAL tinggal dikolaborasikan dengan sistem modern,” ujar Andri, Kamis (09/04/2026).
Khusus di Kecamatan Cibeureum, terdapat tujuh SPPG aktif, termasuk Sindangpalay 2 yang mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah penerima manfaat.
Andri menambahkan, evaluasi terhadap seluruh SPPG akan terus dilakukan guna memastikan kualitas layanan tetap optimal. Meski demikian, berdasarkan hasil peninjauan, sebagian besar SPPG di Kota Sukabumi dinilai sudah berjalan dengan baik.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya terus memperbarui aturan dari BGN untuk kemudian disosialisasikan kepada seluruh pengelola SPPG. Saat ini, hampir seluruh dapur MBG telah dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk di wilayah Jalur, Karangtengah, Perana, dan Lembursitu.
Sementara itu, dapur SPPG Sindangpalay 2 diketahui telah beroperasi sejak 18 Februari 2026. Dalam kurun waktu sekitar satu setengah bulan, jumlah penerima manfaat meningkat pesat dari awalnya 300–400 orang menjadi 1.918 orang.
Program ini juga memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat lokal. Sekitar 90 persen relawan yang terlibat berasal dari warga sekitar, mulai dari ibu rumah tangga hingga masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
Kepala dapur SPPG, Krisman Firdani Zega, menjelaskan bahwa limbah dapur turut dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pakan ternak melalui skema kerja sama.
“Limbah dapur dimanfaatkan untuk pakan ternak. Nanti hasil ternak seperti telur ayam atau bebek akan kami tarik kembali sebagai bagian dari siklus pemanfaatan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Barokah Gizi Insani, Mira, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola SPPG sesuai arahan dari Satgas MBG.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan masukan dari Satgas. Semua saran akan kami tindak lanjuti agar ke depan pengelolaan SPPG semakin baik,” pungkasnya. (Cr5)
