SUKABUMIKITA.ID – Upaya pencegahan perkawinan anak terus diperkuat di Kota Sukabumi. Salah satunya melalui kegiatan pembinaan Forum Anak dan Forum Generasi Berencana (GenRe) dengan tema “Komunikasi Keluarga Efektif, Cegah Perkawinan Anak” yang digelar di Ruang Pertemuan DP2KBP3A Kota Sukabumi, Selasa (07/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bunda Generasi Berencana Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, serta diikuti para anggota Forum Anak dan Forum GenRe yang dipersiapkan untuk mewakili Kota Sukabumi di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Acara diawali dengan sesi perkenalan dari masing-masing peserta sebagai bagian dari proses seleksi dan penguatan kesiapan. Hal ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang percaya diri dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Dalam sambutannya, Ranty mengusung tema “Generasi Berencana, Masa Depan Terjaga”. Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan, terlepas dari latar belakang yang dimiliki.
“Perbedaan bukan penghalang, tetapi tantangan untuk terus berkembang. Pendidikan adalah satu-satunya jalan untuk mengubah segalanya, mulai dari pola pikir hingga menentukan masa depan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya transformasi pola pikir di kalangan generasi muda, dari sikap pesimis menjadi optimis. Mulai dari “tidak bisa” menjadi “akan mencoba”, hingga “tidak mampu” menjadi “akan berusaha”.
Sebagai motivasi, peserta juga diajak merenungkan kutipan inspiratif, “Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan”, guna menumbuhkan keberanian dalam meraih mimpi.
Selain itu, peran Duta GenRe ditegaskan sebagai agen perubahan yang mampu menjadi teladan bagi remaja lainnya, terutama dalam merencanakan kehidupan yang lebih baik dan terarah.
Dalam kegiatan tersebut juga dibahas realita tingginya angka perkawinan anak di Indonesia. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kehamilan tidak direncanakan, tekanan ekonomi, hingga pengaruh lingkungan sosial.
Risiko dari pernikahan dini pun menjadi perhatian serius, di antaranya dampak terhadap pendidikan yang terputus, risiko kesehatan ibu dan anak, serta ketidakstabilan ekonomi di masa depan.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah pentingnya komunikasi efektif dalam keluarga. Minimnya komunikasi dan edukasi menjadi salah satu penyebab utama masih terjadinya perkawinan anak.
Keluarga dinilai memiliki peran strategis sebagai lingkungan pertama dalam memberikan pemahaman, perlindungan, serta pembentukan karakter anak.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menyoroti peran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) dalam mendukung program Kota Layak Anak (KLA), khususnya dalam pemenuhan hak identitas anak dan perlindungan administrasi kependudukan.
Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu menjadi generasi yang berencana, berdaya saing, serta berperan aktif sebagai agen perubahan dalam upaya pencegahan perkawinan anak di Kota Sukabumi. (Cr5)
