Warga Sukabumi Geger, Pria 48 Tahun Tewas Tergantung dengan Surat Dugaan Bullying

SUKABUMIKITA.ID – Warga Kampung Cikoneng, Desa Ubrug, Kabupaten Sukabumi, diguncang peristiwa tragis dengan ditemukannya jenazah seorang pria berinisial D (48) dalam kondisi tergantung di area belakang SDN 1 Sentral Ubrug, Minggu (01/02). Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian publik, terutama setelah beredar informasi adanya secarik surat di tangan korban yang diduga berisi curahan hati terkait perundungan atau bullying.

Jenazah korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB. Informasi awal bermula dari laporan seorang pengendara sepeda motor yang melintas di depan sekolah dan melihat sosok pria tergantung di area belakang bangunan sekolah. Pengendara tersebut kemudian melaporkan temuannya kepada warga sekitar.

Ketua RT setempat, Asep, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengaku warga awalnya tidak mengetahui kejadian hingga menerima laporan dari pengguna jalan yang melintas.

“Warga tahunya sudah dalam posisi tergantung. Ada saksi yang lewat lalu menengok dan melihat korban, kemudian langsung lapor ke warga. Saya sendiri tidak berani langsung melihat ke lokasi, saya kabari warga lain dulu, baru kemudian kami cek bersama,” ujar Asep saat ditemui, Senin (02/02/2026).

Baca Juga: Berebut Warisan, Pria di Sukabumi Tewas Dibunuh Saudara Kandungnya

Saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), aparat kepolisian menemukan secari kertas sepanjang sekitar satu setengah halaman di genggaman tangan kiri korban. Kertas tersebut langsung diamankan sebagai barang bukti oleh petugas.

Namun demikian, isi tulisan tangan yang diduga sebagai surat wasiat itu sempat beredar luas di grup percakapan WhatsApp warga. Dalam surat tersebut, korban yang diketahui berasal dari Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, mengungkapkan kekecewaan dan rasa sakit hati yang mendalam.

Korban diduga menyinggung pengalaman perundungan yang dialaminya, bahkan secara spesifik menyebut beberapa nama oknum guru yang disebut baru diangkat sebagai ASN PPPK di sekolah tersebut. Informasi inilah yang kemudian memicu beragam spekulasi dan reaksi di tengah masyarakat.

Kapolsek Warungkiara, AKP Panji Setiaji, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap motif di balik tindakan korban.

“Sesosok mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan warga setelah menerima laporan dari pengendara sepeda motor yang tidak diketahui identitasnya,” kata AKP Panji.

Ia juga menegaskan bahwa isi surat yang ditemukan masih akan didalami dan diverifikasi kebenarannya, termasuk dugaan adanya unsur perundungan yang disebutkan oleh korban. Kepolisian akan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait guna memastikan fakta yang sebenarnya.

Baca Juga: Fakta di Balik Pria yang Tabrakkan Diri ke Mobil di Tanah Abang, Ternyata Coba Bunuh Diri

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan awal selesai dilakukan, rencananya jenazah D (48) akan segera dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Garut untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi secara resmi, demi menjaga kondusivitas serta menghormati proses hukum dan keluarga korban.

Tragedi ini sekaligus kembali mengingatkan publik akan pentingnya penanganan serius terhadap isu kesehatan mental dan dugaan perundungan, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *