SUKABUMIKITA.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar dapur layanan. Di dapur MBG Citamiang Tipar, Kota Sukabumi, seluruh tenaga kerja yang direkrut merupakan warga lokal, dengan total 47 orang yang kini memiliki pekerjaan tetap.
Salah seorang pekerja, Diki (49), warga Kelurahan Tipar, mengaku program MBG telah mengubah kondisi ekonominya secara signifikan. Setelah sempat menganggur hampir satu tahun, Diki kini bekerja setiap hari di dapur MBG yang lokasinya tak jauh dari rumahnya.
“Alhamdulillah, saya mulai bekerja di sini sejak awal pembangunan dapur. Sebelumnya saya menganggur setahun. Dengan adanya MBG ini, saya pribadi sangat terbantu,” ujar Diki, Jumat (30/01/2026).
Diki bekerja dari Senin hingga Jumat mulai pukul 13.00 WIB hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Ia bertugas mencuci ompreng atau wadah makan yang digunakan untuk distribusi makanan bergizi ke sekolah-sekolah. Setiap harinya, ia bersama 10 rekan lainnya mencuci sekitar 2.700 ompreng.

Sebagai kepala keluarga dengan tanggungan seorang istri dan tiga anak yang masih bersekolah, Diki berharap program MBG dapat berjalan lancar tanpa gangguan.
“Saya punya tiga anak, semuanya sekolah. Yang besar kelas 3 SMP dan yang kecil kelas 2 SD. Program ini bukan hanya anak saya yang merasakan manfaatnya, tapi saya juga sebagai orang tua jadi punya penghasilan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, memastikan bahwa dapur MBG Citamiang Tipar telah menjalankan prinsip pemberdayaan masyarakat sekitar secara maksimal.
“Setelah kami cek, dari total 47 karyawan yang bekerja di SPPG Citamiang Tipar, semuanya berasal dari warga sekitar. Ini patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi dapur MBG lainnya,” kata Andri.

Ia menambahkan, Satgas MBG Kota Sukabumi akan segera mengirimkan surat kepada seluruh dapur MBG untuk mendata jumlah serapan tenaga kerja lokal di masing-masing wilayah.
“Program MBG bukan hanya soal gizi anak, tetapi juga harus memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” tegasnya.
Keberadaan dapur MBG Citamiang Tipar pun menjadi bukti bahwa program strategis nasional ini mampu menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pemenuhan gizi dan pembukaan lapangan pekerjaan bagi warga. (Cr5)
