Geram Terhadap Praktik Pungli, Wamen Ketenagakerjaan RI: Kita Akan Sidak ke Pabrik Sukabumi

SUKABUMIKITA.ID – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. Afriansyah Noor, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) dan percaloan tenaga kerja yang masih marak terjadi, termasuk di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut disampaikan Afriansyah Noor saat melakukan kunjungan kerja ke Sukabumi, Sabtu (17/01/2026). Ia menilai praktik pungli dan calo tenaga kerja menjadi persoalan serius yang tidak hanya merugikan pencari kerja, tetapi juga menghambat iklim investasi.

“Intinya saya menegaskan, itu pungli harus kita atasi dan habisi,” ujar Afriansyah Noor dengan tegas.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari pihak Imigrasi, pengurusan paspor bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak dipungut biaya alias gratis. Namun, di lapangan masih ditemukan praktik pungli yang membebani masyarakat.

“Yang jelas sekarang, untuk Pekerja Migran Indonesia saya mendapatkan info dari imigrasi bahwa membuat paspor itu gratis. Tolong ya disampaikan,” katanya.

Menurut Afriansyah, keberadaan pungli dan calo tenaga kerja menjadi salah satu faktor yang membuat para pencari kerja dirugikan dan menciptakan persepsi negatif terhadap dunia usaha. Kondisi ini, lanjut dia, berdampak langsung pada terhambatnya investasi di daerah.

“Pungli ini harus kita atasi, ini yang membuat investasi terhambat karena adanya pungli termasuk calo tenaga kerja,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, Afriansyah Noor menyatakan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik di Sukabumi untuk memastikan tidak ada praktik pungli dan percaloan dalam proses rekrutmen tenaga kerja.

“Ya nanti kita akan sidak ke pabrik Sukabumi,” ucapnya. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *