Bappeda Kota Sukabumi Catat Capaian Strategis Infrastruktur Sepanjang 2025

SUKABUMIKITA.ID — Sepanjang tahun 2025, Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (Infraswil) Bappeda Kota Sukabumi mencatat berbagai capaian strategis dalam mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Beragam program perencanaan dan penguatan infrastruktur dijalankan secara terintegrasi, mulai dari penanganan kawasan kumuh hingga penguatan tata ruang wilayah.

“Kami memandang tahun 2025 sebagai tahun penguatan fondasi perencanaan infrastruktur, agar pembangunan ke depan lebih terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Kepala Bidang Infraswil Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, Selasa (06/01/2026).

Salah satu capaian penting adalah pelaksanaan Dana Alokasi Khusus Penuntasan Kawasan Kumuh Terpadu (DAK PPKT) di Kawasan Cipelang, Kelurahan Karangtengah. Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi lintas instansi dan berhasil mengantarkan Kota Sukabumi menjadi satu-satunya daerah di Jawa Barat yang lolos dalam kompetisi nasional Kementerian PUPR.

“DAK PPKT Cipelang berhasil mengubah kawasan kumuh menjadi lingkungan hunian yang layak, aman, sekaligus membuka akses ekonomi bagi warga,” ungkap Frendy Yuwono.

Dorong Inovasi Perencanaan Berbasis Teknologi

Di sektor inovasi, Bappeda Kota Sukabumi mengembangkan Smart Basic (Sistem Musrenbang Artificial Berbasis Spasial Kolaboratif). Sistem ini memungkinkan masyarakat mengajukan usulan pembangunan kapan saja dengan dukungan data foto dan spasial yang terverifikasi.

“Smart Basic kami rancang untuk mendekatkan proses perencanaan dengan masyarakat dan mempermudah verifikasi usulan pembangunan secara berjenjang,” jelas Frendy Yuwono.

Upaya percepatan penanganan kawasan kumuh juga diperkuat melalui PUSAKA Award, sebuah kompetisi antar-kelurahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pengurangan kawasan kumuh yang penganugerahannya dilakukan pada Oktober 2025.

“PUSAKA Award mendorong partisipasi masyarakat dan kolaborasi non-pemerintah dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih layak,” katanya.

Ketahanan Pangan dan Skema Pembiayaan Alternatif

Dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Bappeda Kota Sukabumi sepanjang 2025 melakukan identifikasi Lahan Baku Sawah (LBS) sebagai dasar penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dalam revisi RTRW.

“Penetapan LBS ini penting untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian di tengah dinamika pembangunan perkotaan,” ujar Frendy Yuwono.

Di sisi pembiayaan, Bappeda menyiapkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) melalui pembentukan Simpul KPBU pada Mei 2025. Skema ini diarahkan untuk mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur strategis.

“KPBU kami dorong sebagai solusi atas keterbatasan anggaran daerah, terutama untuk sektor jalan, PJU, persampahan, hingga air bersih,” katanya.

Pengelolaan Sampah dan Penataan Ruang

Persoalan persampahan menjadi perhatian serius dengan disusunnya rencana pembangunan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) bersama DLH Kota Sukabumi, serta rencana kerja sama dengan SCG dan PLTU Pelabuhan Ratu.

“RDF adalah solusi inovatif pengelolaan sampah sekaligus mendukung transisi energi dan mengurangi beban TPA Cikundul,” jelas Frendy Yuwono.

Selain itu, proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Sukabumi 2022–2042 mulai dilakukan sejak Juni 2025 dan akan berlanjut hingga 2026.

“Revisi RTRW diperlukan agar kebijakan tata ruang tetap relevan dengan perkembangan kota dan kebijakan pusat maupun provinsi,” ujarnya.

Perkuat Regulasi dan Dokumen Strategis

Penguatan regulasi ditandai dengan disahkannya Perda Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh pada Desember 2025. Regulasi ini menjadi payung hukum dalam memastikan peningkatan kualitas permukiman dilakukan secara berkelanjutan.

“Perda ini menjadi landasan penting agar penanganan kawasan kumuh tidak bersifat sementara, tetapi berkelanjutan,” kata Frendy Yuwono.

Sejumlah dokumen strategis lain juga disusun, mulai dari review RP2KPKP, penyusunan RP3KP, pengukuran indeks infrastruktur, RISPAM, Profil Drainase Kota, hingga perencanaan stadion dan ruang terbuka publik baru di kawasan pusat pemerintahan.

“Dokumen-dokumen ini menjadi acuan utama pembangunan jangka menengah dan panjang Kota Sukabumi,” terangnya.

Arah Pembangunan Berkelanjutan

Menutup tahun 2025, Bappeda Kota Sukabumi turut menyusun perencanaan kawasan wisata terintegrasi Cikundul, melakukan inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK), serta menyiapkan rencana revitalisasi Gedung Aher sebagai pusat kesenian.

“Seluruh perencanaan ini kami siapkan untuk memastikan pembangunan Kota Sukabumi tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga berkelanjutan dan berwawasan lingkungan,” pungkas Frendy Yuwono. (Cr5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *