SUKABUMIKITA.ID — Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meninjau langsung hari pertama operasional layanan kemoterapi di RSUD R. Syamsudin SH (Bunut), Selasa (07/01/2026). Kehadiran layanan ini menandai peningkatan signifikan pelayanan kesehatan di Kota Sukabumi, khususnya bagi pasien penderita kanker yang selama ini harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.
Dalam kunjungan tersebut, Ayep Zaki memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk peralatan medis, ruang perawatan, serta kesiapan tenaga kesehatan yang menangani pelayanan kemoterapi. Ia menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama dibukanya layanan tersebut.
“Hari ini adalah hari pertama dibukanya pelayanan kemoterapi. Masyarakat yang memiliki penyakit kanker, baik dari Kota maupun Kabupaten Sukabumi, kini sudah bisa dilayani di RSUD R. Syamsudin SH. Bahkan hari ini sudah ada lima pasien, termasuk pasien rujukan dari RS Hasan Sadikin yang dipindahkan ke sini,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, dibukanya layanan kemoterapi di RSUD Bunut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendekatkan layanan kesehatan rujukan kepada masyarakat. Dengan fasilitas ini, pasien kanker tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota yang selama ini membutuhkan biaya dan energi besar.
“Alhamdulillah, Kota Sukabumi sekarang sudah memiliki pelayanan kemoterapi. Ini merupakan langkah terbaik dan kemajuan besar bagi RSUD R. Syamsudin SH dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Fasilitasnya sudah sangat baik dan ke depan akan terus kita tingkatkan,” ungkapnya.
Ayep Zaki juga menegaskan bahwa layanan kemoterapi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang merata dan berkeadilan. Ia menyebutkan, dalam satu bulan RSUD Bunut diproyeksikan mampu melayani sekitar 200 hingga 250 pasien kemoterapi.
“Kurang lebih dalam satu bulan bisa melayani 200 sampai 250 pasien. Yang paling penting, layanan kemoterapi ini sudah dicover oleh BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir soal pembiayaan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD R. Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan fasilitas layanan kemoterapi secara bertahap dan sesuai dengan standar pelayanan medis yang ditetapkan.
“Untuk kapasitas saat ini, tersedia dua layanan poliklinik. Kemudian untuk perawatan one day care, kami menyiapkan 10 tempat tidur yang terbagi ke dalam dua ruangan, masing-masing lima tempat tidur. Setiap hari kami bisa melayani hingga 10 pasien kemoterapi,” jelas Yanyan.
Selain meninjau layanan kemoterapi, Wali Kota Sukabumi juga mengecek ruang rehabilitasi jantung (kardiovaskuler) yang pembangunannya telah selesai. Ruangan tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan pemulihan pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.
‘RSUD R. Syamsudin SH juga sudah memiliki ruangan baru untuk layanan rehabilitasi jantung. Insya Allah layanan ini akan kita usulkan agar bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga ke depan pasien rehabilitasi jantung juga dapat terlayani dan dicover BPJS,” kata Ayep Zaki.
Saat ini, layanan rehabilitasi jantung di RSUD R. Syamsudin SH masih melayani pasien dengan skema pembayaran mandiri. Namun, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan agar layanan tersebut segera terintegrasi dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Cr5)
